Tradisi Nataru di Indonesia: Bali, Manado, dan Flores yang Unik dan Penuh Makna

Waktu Rilis:29 Desember 2025 Penulis:bingxue indonesia
Tradisi Nataru di Indonesia

Tradisi Nataru di Indonesia yang Unik dan Penuh Makna

Indonesia dikenal dengan keberagaman budaya dan tradisi yang kaya, termasuk dalam perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk merayakan momen istimewa ini, penuh nilai kebersamaan, toleransi, dan rasa syukur.

Berikut beberapa tradisi Nataru khas Indonesia yang menarik untuk kamu ketahui.

Bali: Penjor & Ngejot

Di Bali, umat Kristiani menghias rumah dengan Penjor, bambu melengkung yang dihias indah sebagai simbol kemakmuran, keharmonisan, dan kesejahteraan. Tradisi ini mencerminkan akulturasi budaya lokal yang kuat.

Selain itu, ada tradisi Ngejot, yaitu berbagi masakan rumahan kepada tetangga, kerabat, dan sahabat. Menariknya, tradisi ini dilakukan lintas agama—Muslim, Hindu, dan Kristen—sebagai wujud toleransi dan kebersamaan masyarakat Bali.

Manado: Kunci Taon

Di Manado, perayaan Natal ditutup dengan tradisi Kunci Taon, khas masyarakat Minahasa. Tradisi ini ditandai dengan ziarah makam, hiasan lampu warna-warni, serta pawai meriah di berbagai sudut kota.

Kunci Taon menjadi simbol penutup tahun yang penuh sukacita, refleksi diri, dan harapan baru untuk menyambut tahun berikutnya.

Flores: Meriam Bambu

Di Flores, suasana Natal dan Tahun Baru terasa meriah dengan tradisi Meriam Bambu. Dentuman meriam dari bambu menjadi simbol semangat kebersamaan dan kegembiraan masyarakat.

Tradisi ini dirayakan sejak masa Advent hingga Tahun Baru, menciptakan suasana hangat dan penuh energi positif di tengah perayaan akhir tahun.

Keberagaman yang Menyatukan

Tradisi Nataru di berbagai daerah Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan budaya justru memperkaya makna perayaan. Dari berbagi makanan hingga pawai meriah, semuanya memiliki satu benang merah yaitu kebersamaan dan rasa syukur.

Inilah keindahan Indonesia, berbeda-beda, namun tetap satu.